TEORI
ORGANISASI UMUM
A.
Pengertian
Produksi Dan Fungsi Produksi
1.
Pengertian
Produksi
Secara
umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang
menstranspormasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Dalam
pemgartian yang bersifat umum ini penggunaannya cukup luas, sehingga mencakup
keluaran (output) yang berupa barang atau jasa. Dalam arti sempit, pengertian
produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang menghsilkan barang baik barang jadi
maupun barang setengah jadi, bahan industri dan suku cadang atau spareparts dan
komponen. Hasil produksinya dapat berupa barang-barang konsumsi maupun
barang-barang industri.
2.
Fungsi Produksi
Pada
umumnya ekonomi menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara
input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa banyak jumlah maksimum
output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan
pada proses produksi.
Fungsi
produksi adalah suatu skedul (atau tabel atau persamaan matematis) yang
menggambarkan jumlah output maksimum yang dapat dihasilkan dari satu set faktor
produksi tertentu, dan pada tingkat teknologi tertentu pula. Singkatnya fungsi
produksi adalah katalog dari kemungkinan hasil produksi.
Produksi
dapat digolongkan menjadi 3 sektor produksi atau 3 tahapan produksi, yaitu:
1. sektor
produksi primer meliputi bidang ekstraktif dan bidang agraris.
2. sektor
produksi sekunder meliputi bidang industri dan bidang perdagangan.
3. sektor
produksi tersier meliputi bidang jasa atau pelayanan.
1.
Jenis-jenis
Pasar Monopoli, Oligopoli Dan Persaingan Sempurna
Pasar adalah
tempat orang bertarnsaksi menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk
mendapatkan imbalan uang. konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan
pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran
barang atau jasa untuk uang adalah transaksi.Transaski terjadi jika ada
kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar
menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi
menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat
penjabaran berikut ini:
1. Pasar Nyata.
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang
yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional
dan pasar swalayan.
2.Pasar Abstrak.
Pasar
abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang
akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan
surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar
valuta asing.
Jenis pasar menurut cara
transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar
tradisional dan pasar modern.
1.
Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang
bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar
menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang
berupa barang kebutuhan pokok.
2.
Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang
bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan
denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza,
dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis
barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya
pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis Pasar menurut
keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual
pasar dapat dibedakan menjadi:
1.
Pasar
Lokal
2.
Pasar
Daerah
3.
Pasar
Nasional dan
4.
Pasar
Internasional
PASAR MONOPOLI
Pasar
monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu produsen yang
menguasai pasar. Dengan kata lain satu penjual menguasai segala jenis
penawaran. Seseorang yang menguasai pasar monopoli disebut Monopolis.
Ciri-ciri dari pasar monopoli yaitu:
1.
hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
2.
tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip
3.
produsen mutlak menetukan harga
4.
tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa
keunggulan perusahaan.
Kelebihan pasar monopoli adalah sebagai
berikut:
1.
Keuntungan penjual cukup tinggi.
2.
Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.
Kelemahan pasar monopoli adalah sebagai
berikut:
1.
Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
2.
Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
3.
Terjadi eksploitasi pembeli.
Dampak negatif adanya monopoli, antara
lain:
a.
Timbulnya ketidakstabilan harga.
b.
Kecilnya volume produksi menimbulkan adanya biaya sosial yaitu biaya yang ditanggung
oleh masyarakat.
c.
Adanya unsur ketidakadilan sebab monopolis akan menekan biaya produksi
serendah-rendahnya pada pasar faktor produksi dan dengan harga tinggi di pasar
barang.
d. Kepentingan umum banyak diabaikan, sebab orientasi usahanya hanya didasarkan atas untung rugi saja.
d. Kepentingan umum banyak diabaikan, sebab orientasi usahanya hanya didasarkan atas untung rugi saja.
Monopoli bisa timbul karena adanya
beberapa hal, yaitu:
1.
Faktor
alam
Keadaan alam dapat menimbulkan monopoli bagi suatu daerah. Misalnya, kesuburan tanah dan iklim yang cocok dengan jenis tanaman tertentu menyebabkan suatu daerah memonopoli hasil produksi pertanian tertentu, seperti tembakau di daerah Kedu, Deli; bawang merah di Brebes, dan lain-lain.
2.
Peraturan
pemerintah
Misalnya, hak paten untuk melindungi suatu penemuan baru agar perusahaan pemilik tidak dirugikan oleh pihak lain yang menghasilkan produk tiruan dengan harga yang jauh lebih murah. Hak paten memiliki batas waktu dan dapat diwariskan. Bagi penciptanya, diperbolehkan untuk memberi ijin atau lisensi kepada pihak lain untuk mencipta dan menjual produk yang sama.
3.
Monopoli
alamiah
Kemajuan teknologi yang semakin canggih akan mengakibatkan perusahaan mampu menekan pengeluaran, sehingga perusahaan dapat lebih efisien dan berkembang karena laba yang diperoleh semakin besar. Apabila perusahaan mampu memperluas produksi dan memasarkannya dengan harga yang terjangkau konsumen dengan kualitas yang memuaskan, hasil produksinya akan mendapat kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, hasil produksinya akan menguasai pasar dan perusahaan mampu menentukan harga di pasar. Perusahaan yang baru timbul biasanya sulit bersaing dengan perusahaan yang telah berkembang dan memegang monopoli tersebut.
Adanya monopoli
dalam perekonomian akan menimbulkan beberapa akibat, diantaranya sebagai
berikut.
1.
Terbatasnya
volume produksi, karena dengan monopoli suatu perusahaan akan berkuasa
menentukan besar kecilnya produksi yang dihasilkan untuk memperoleh keuntungan
setinggi-tingginya.
2.
Terjadi
ketidakadilan antara perusahaan yang memegang monopoli dengan perusahaan yang
tidak memegang monopoli.
3.
Timbulnya
eksploitasi dari pemegang monopoli terhadap dua pihak berikut.
a)
Pemilik
faktor produksi, yaitu dengan membayar mereka dengan harga yang lebih rendah
dibandingkan harga pasar.
b)
Konsumen,
yaitu ditetapkannya harga oleh pemegang monopoli atas harga pasar untuk
memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
Ada
beberapa cara pencegahan yang umum dipraktikkan untuk mengatasi efek negatif
yang ditimbulkan oleh monopoli, yaitu:
1.
Penarikan
pajak
2.
Pengendalian
harga
3.
Pemilikan
pemerintah untuk barang-barang vital atau yang menguasai hajat hidup orang
banyak
4.
Regulasi
dengan membuat undang-undang anti monopoli
5.
Pendirian
perusahaan oleh pemerintah.
PASAR OLIGOPOLI
Pasar
oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana
terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan pasar.
Ciri-ciri pasar oligopoli, yaitu:
1.
Terdapat
banyak penjual/ produsen ya ng menguasai pasar.
2.
Barang
yang dijual dapat berupa brang homogen atau berbeda corak.
3.
Terdapat
halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk
kedalam pasar. Satu diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu
penjual yang mempunyai pangsa pasar terbesar.
Macam-macam
oligopoli, yaitu:
1.
Oligopoli
murni yang ditandai beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
2.
Oligopoli
dengan perbedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat
dibedakan.
Dampak negatif
oligopi terhadap perekonomian:
1.
Keuntungan
yang yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.
2.
Timbul
inifisiensi produksi.
3.
Eksploitasi
terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.
4.
Harga
tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis.
5.
Kebijakan
pemerintah dalam mengatasi oligopoli.
6.
Pemerintah
mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan
persaingan.
7.
Diberlakukannya
undang-undang anti kerja sama antar produsen.
PASAR PERSAINGAN
SEMPURNA
Pasar
persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan
jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat
homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara
penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat
memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker).
Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat
dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah
suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena
itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan
produk.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
adalah sebagai berikut:
1.
Terdapat
banyak penjual dan pembeli di dalamnya artinya tidak hanya satu penjual dan
pembeli yang ada di dalam pasar, jadi yang menentukan harga bukanlah pembeli
atau penjual, tetapi keseluruhan interaksi antara pembeli dan penjual.
2.
Barang
yang diperjual belikan homogen (serupa), terkadang pembeli tidak dapat
membedakan barang produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
3.
Perusahaan
dapat dengan bebas keluar masuk pasar tersebut, suatu perusahaan bebas
menentukan ingin keluar atau memasuki pasar persaingan sempurna karena hampir
tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk keluar ataupun masuk ke pasar
tersebut.
Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna,
yaitu:
1.
Harga
Jual barang dan jasa adalah yang termurah.
2.
Jumlah
Output Paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran
maksimal).
3.
Masyarakat
merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih
barang dan jasa (produk yang homogen).
4.
Tidak
takut ditipu dalam kualitas harga (informasi sempurna)
Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna,
yaitu:
1.
Kelemahan
dalam hal asumsi
2.
Kelemahan
dalam pengembangan teknologi
3.
Konflik
efisiensi keadilan
2.
Pengertian
Pendapatan Nasional, Metode Perhitungan Dan Keterbatasannya
Pengertian
Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional
adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK)
di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu
periode,biasanya selama satu tahun.
Konsep
pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari
Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada
tahun 1665.
Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional
merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat
tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut
pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam
perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur
kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product,
GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh
negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
Berikut adalah
beberapa konsep pendapatan nasional:
1.
Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic
Product) merupakan jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang
dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara
(domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil
produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang
beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan
termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah
yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
2.
Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National
Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang
dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk
hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di
luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang
beroperasi di wilayah negara tersebut.
3.
Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net
National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa
yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat
diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung
adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak
penjualan, pajak hadiah, dll.
4.
Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal
Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam
masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.
Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer
payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan
merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian
pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan
sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan
sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus
dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha
kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di
dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan
perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja
dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga
kerja tersebut tidak lagi bekerja).
5.
Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable
Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang
dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi
investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income
(PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah
pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus
langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga
pendekatan, yaitu:
1.
Pendekatan
pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan
laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode
tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
2.
Pendekatan
produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu
negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode
tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa
dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
3.
Pendekatan
pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli
barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode
tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung
pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu:
Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran
investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor.
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai
berikut :
g =
{(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
Keterangan:
Kg = tingkat
pertumbuhan ekonomi
PDBs = PDB riil
tahun sekarang
PDBk = PDB riil
tahun kemarin
Contoh
soal :
PDB Indonesia
tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420
triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika
diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100%
= 11,19%
Masalah dan keterbatasan perhitungan PDB (Produk
Domestik Bruto)
Berikut ini adalah masalah dan
keterbatasan PDB, yaitu:
1.
Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat
kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut
PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per
kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka
sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara
dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi
pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci
tentang kondisi kemakmuran suatu negara.
2.
Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat
pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa
depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita
dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat
kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan
logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat,
kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi,
kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan,
kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita
disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya
dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi
kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output
yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan
menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab,
dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial
di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik
dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat
kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di
banding negara-negara miskin.
3.
PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk
memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan:
1)
Jumlah dan
komposisi penduduk
Bila
jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia
kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output
dan produktivitasnya dapat makin baik.
2)
Jumlah dan
struktur kesempatan kerja
Jumlah
kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat
terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat
produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah
kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi.
Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika
kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern
(industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai
tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
3)
Faktor-faktor
nonekonomi
Yang tercakup
dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor
kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang
produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan
umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik,
menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang
selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa
modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.
3.
Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground
Economi)
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik
hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB
belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah
pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan
petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan
oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi
oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan
kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut
merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya
sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang
lainnya.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar