Senin, 05 Mei 2014

Teori Organisasi Umum



TEORI ORGANISASI UMUM

A.    Pengertian Produksi Dan Fungsi Produksi

1.      Pengertian Produksi

Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang menstranspormasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Dalam pemgartian yang bersifat umum ini penggunaannya cukup luas, sehingga mencakup keluaran (output) yang berupa barang atau jasa. Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang menghsilkan barang baik barang jadi maupun barang setengah jadi, bahan industri dan suku cadang atau spareparts dan komponen. Hasil produksinya dapat berupa barang­-barang konsumsi maupun barang-barang industri.
2.      Fungsi Produksi

Pada umumnya ekonomi menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi.
Fungsi produksi adalah suatu skedul (atau tabel atau persamaan matematis) yang menggambarkan jumlah output maksimum yang dapat dihasilkan dari satu set faktor produksi tertentu, dan pada tingkat teknologi tertentu pula. Singkatnya fungsi produksi adalah katalog dari kemungkinan hasil produksi.
Produksi dapat digolongkan menjadi 3 sektor produksi atau 3 tahapan produksi, yaitu:
1.  sektor produksi primer meliputi bidang ekstraktif dan bidang agraris.
2.  sektor produksi sekunder meliputi bidang industri dan bidang perdagangan.
3.  sektor produksi tersier meliputi bidang jasa atau pelayanan.

1.      Jenis-jenis Pasar Monopoli, Oligopoli Dan Persaingan Sempurna

Pasar adalah tempat orang bertarnsaksi menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk mendapatkan imbalan uang. konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi.Transaski terjadi jika ada kesepakatan antara penjual dan pembeli.


Jenis-Jenis Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
1.      Pasar Nyata.
            Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
2.Pasar Abstrak.
          Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
            Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
1.      Pasar Tradisional
          Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
2.      Pasar Modern
          Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.

          Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
          Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
1.      Pasar Lokal
2.      Pasar Daerah
3.      Pasar Nasional dan
4.      Pasar Internasional
PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu produsen yang menguasai pasar. Dengan kata lain satu penjual menguasai segala jenis penawaran. Seseorang yang menguasai pasar monopoli disebut Monopolis.
Ciri-ciri dari pasar monopoli yaitu:
1. hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
2. tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip
3. produsen mutlak menetukan harga
4. tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.
Kelebihan pasar monopoli adalah sebagai berikut:
1. Keuntungan penjual cukup tinggi.
2. Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.
Kelemahan pasar monopoli adalah sebagai berikut:
1. Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
2. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
3. Terjadi eksploitasi pembeli.         
Dampak negatif adanya monopoli, antara lain:
a. Timbulnya ketidakstabilan harga.
b. Kecilnya volume produksi menimbulkan adanya biaya sosial yaitu biaya yang ditanggung oleh masyarakat.
c. Adanya unsur ketidakadilan sebab monopolis akan menekan biaya produksi serendah-rendahnya pada pasar faktor produksi dan dengan harga tinggi di pasar barang.
d. Kepentingan umum banyak diabaikan, sebab orientasi usahanya hanya didasarkan atas untung rugi saja.
Monopoli bisa timbul karena adanya beberapa hal, yaitu:
1.      Faktor alam

Keadaan alam dapat menimbulkan monopoli bagi suatu daerah. Misalnya, kesuburan tanah dan iklim yang cocok dengan jenis tanaman tertentu menyebabkan suatu daerah memonopoli hasil produksi pertanian tertentu, seperti tembakau di daerah Kedu, Deli; bawang merah di Brebes, dan lain-lain.

2.      Peraturan pemerintah

Misalnya, hak paten untuk melindungi suatu penemuan baru agar perusahaan pemilik tidak dirugikan oleh pihak lain yang menghasilkan produk tiruan dengan harga yang jauh lebih murah. Hak paten memiliki batas waktu dan dapat diwariskan. Bagi penciptanya, diperbolehkan untuk memberi ijin atau lisensi kepada pihak lain untuk mencipta dan menjual produk yang sama.

3.      Monopoli alamiah

Kemajuan teknologi yang semakin canggih akan mengakibatkan perusahaan mampu menekan pengeluaran, sehingga perusahaan dapat lebih efisien dan berkembang karena laba yang diperoleh semakin besar. Apabila perusahaan mampu memperluas produksi dan memasarkannya dengan harga yang terjangkau konsumen dengan kualitas yang memuaskan, hasil produksinya akan mendapat kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, hasil produksinya akan menguasai pasar dan perusahaan mampu menentukan harga di pasar. Perusahaan yang baru timbul biasanya sulit bersaing dengan perusahaan yang telah berkembang dan memegang monopoli tersebut.

Adanya monopoli dalam perekonomian akan menimbulkan beberapa akibat, diantaranya sebagai berikut.

1.      Terbatasnya volume produksi, karena dengan monopoli suatu perusahaan akan berkuasa menentukan besar kecilnya produksi yang dihasilkan untuk memperoleh keuntungan setinggi-tingginya.
2.      Terjadi ketidakadilan antara perusahaan yang memegang monopoli dengan perusahaan yang tidak memegang monopoli.
3.      Timbulnya eksploitasi dari pemegang monopoli terhadap dua pihak berikut.
a)      Pemilik faktor produksi, yaitu dengan membayar mereka dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
b)      Konsumen, yaitu ditetapkannya harga oleh pemegang monopoli atas harga pasar untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Ada beberapa cara pencegahan yang umum dipraktikkan untuk mengatasi efek negatif yang ditimbulkan oleh monopoli, yaitu:
1.      Penarikan pajak
2.      Pengendalian harga
3.      Pemilikan pemerintah untuk barang-barang vital atau yang menguasai hajat hidup orang banyak
4.      Regulasi dengan membuat undang-undang anti monopoli
5.      Pendirian perusahaan oleh pemerintah.

PASAR OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan pasar.
Ciri-ciri pasar oligopoli, yaitu:
1.      Terdapat banyak penjual/ produsen ya ng menguasai pasar.
2.      Barang yang dijual dapat berupa brang homogen atau berbeda corak.
3.      Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar. Satu diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu penjual yang mempunyai pangsa pasar terbesar.

Macam-macam oligopoli, yaitu:
                                             
1.      Oligopoli murni yang ditandai beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
2.      Oligopoli dengan perbedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.

Dampak negatif oligopi terhadap perekonomian:

1.      Keuntungan yang yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.
2.      Timbul inifisiensi produksi.
3.      Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.
4.      Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis.
5.      Kebijakan pemerintah dalam mengatasi oligopoli.
6.      Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan.
7.      Diberlakukannya undang-undang anti kerja sama antar produsen.

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna adalah sebagai berikut:
1.      Terdapat banyak penjual dan pembeli di dalamnya artinya tidak hanya satu penjual dan pembeli yang ada di dalam pasar, jadi yang menentukan harga bukanlah pembeli atau penjual, tetapi keseluruhan interaksi antara pembeli dan penjual.
2.      Barang yang diperjual belikan homogen (serupa), terkadang pembeli tidak dapat membedakan barang produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
3.      Perusahaan dapat dengan bebas keluar masuk pasar tersebut, suatu perusahaan bebas menentukan ingin keluar atau memasuki pasar persaingan sempurna karena hampir tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk keluar ataupun masuk ke pasar tersebut.
Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna, yaitu:
1.      Harga Jual barang dan jasa adalah yang termurah.
2.      Jumlah Output Paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran maksimal).
3.      Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen).
4.      Tidak takut ditipu dalam kualitas harga (informasi sempurna)
Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna, yaitu:
1.      Kelemahan dalam hal asumsi
2.      Kelemahan dalam pengembangan teknologi
3.      Konflik efisiensi keadilan


2.      Pengertian Pendapatan Nasional, Metode Perhitungan Dan Keterbatasannya

Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional:
1.      Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

2.      Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

3.      Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

4.      Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

5.      Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
1.      Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

2.      Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).

3.      Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor.
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
           
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

Keterangan:
Kg = tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs = PDB riil tahun sekarang
PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
               
Masalah dan keterbatasan perhitungan PDB (Produk Domestik Bruto)
            Berikut ini adalah masalah dan keterbatasan PDB, yaitu:
1.      Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara.

2.      Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.

3.      PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1)      Jumlah dan komposisi penduduk
Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
2)      Jumlah dan struktur kesempatan kerja
Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
3)      Faktor-faktor nonekonomi
Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.

3.      Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.
Referensi :

Minggu, 30 Maret 2014

Sistem Sistem Ekonomi



NAMA                       : WINI EVA RIANA
NPM                           : 17112745
KELAS                      : 2KA30
MATA KULIAH      : TEORI ORGANISASI UMUM 2
DOSEN                      : MARTANI


  1. MACAM-MACAM SISTEM PEREKONOMIAN

Sistem ekonomi adalah cara untuk mengatur atau mengorganisasi seluruh aktivitas ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta. Aktivitas ekonomi yang dimaksud di sini adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dimana didalamnya meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi

Berikut ini adalah macam-macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia :

1. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL
Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat

Jumat, 09 November 2012

Tugas Ilmu Sosial Dasar Bab 6 (soft skill)



Bab VI
Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat


Pelapisan sosial adalah klasifikasi orang ke dalam kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi.
Pelapisan sosial didasarkan pada empat prinsip dasar :
Stratifikasi sosial adalah sifat masyarakat, bukan hanya sebuah refleksi dari perbedaan individu
Stratifikasi sosial membawa lebih dari generasi ke generasi
Stratifikasi sosial bersifat universal tetapi variabel
Stratifikasi sosial tidak hanya melibatkan ketidaksetaraan tetapi keyakinan juga

Menurut Max Weber, kelas sosial yang berkaitan secara luas dibedakan dari status kelas yang didasarkan pada variabel mseperti kehormatan, prestasi dan afilitasi keagamaan.
Sedangkan kesamaan derajat adalah keadaan di mana semua orang dalam masyarakat tertentu atau kelompok terisolasi memiliki status yang sama dalam hal-hal tertentu. Setidaknya, kesetaraan sosial mencakup hak yang sama di bawah hukum, seperti keamanan , hak suara , kebebasan berbicara dan berkumpul, hak milik , dan akses yang sama terhadap barang dan jasa sosial. Namun, juga mencakup konsep pemerataan ekonomi , akses yakni pendidikan , kesehatan dan jaminan sosial lainnya. Ini juga mencakup kesempatan yang sama dan kewajiban, sehingga melibatkan seluruh masyarakat.
Kesetaraan sosial membutuhkan adanya hukum ditegakkan kelas sosial atau kasta batas dan tidak adanya dibenarkan diskriminasidimotivasi oleh bagian tak terpisahkan dari identitas seseorang. Misalnya, jenis kelamin, jenis kelamin, ras, usia, orientasi seksual, asal, kasta atau kelas, pendapatan atau properti, bahasa, agama, keyakinan, pendapat, kesehatan atau cacat tidak harus mengakibatkan perlakuan tidak adil di mata hukum dan tidak boleh mengurangi peluang unjustifiably .
Kesetaraan sosial mengacu pada kesetaraan sosial, bukan ekonomi, atau pendapatan. "Peluang yang sama" ditafsirkan sebagai dihakimi oleh kemampuan, yang kompatibel dengan ekonomi pasar bebas. Masalahnya adalah kesenjangan horisontal , ketidaksamaan dua orang asal yang sama dan kemampuan.
Kesetaraan sosial yang sempurna dianggap oleh Liberal menjadi situasi yang ideal yang, karena berbagai alasan, tidak ada dalam setiap masyarakat di dunia saat ini. Alasan untuk ini secara luas diperdebatkan. Alasan dikutip untuk ketimpangan sosial umumnya meliputi ekonomi , imigrasi / emigrasi , politik luar negeri dan politik nasional. Juga, dalam ekonomi kompleksitas , telah ditemukan bahwa ketidaksetaraan horisontal muncul dalam sistem yang kompleks.



Referensi :


Tugas Ilmu Sosial Dasar Bab 5 (soft skill)


Bab V
Kewarganegaraan dan Negara

Warga negara Indonesia adalah orang-orang Indonesia alami dan orang-orang bangsa lain yang disahkan oleh undang-undang sebagai warga negara Indonesia. Hukum kebangsaan Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda kecuali untuk orang di bawah usia 18 tahun. Setelah mencapai usia 18 tahun individu dipaksa untuk memilih salah satu kewarganegaraan.
Menurut Cohen 1999, Kymlicka dan Norman 2000, Carens 2000, Konsep kewarganegaraan terdiri dari tiga unsur utama atau dimensi :
Yang pertama adalah kewarganegaraan sebagai status hukum, didefinisikan oleh sipil, hak-hak politik dan sosial.
Yang kedua menganggap warga khusus sebagai agen politik, aktif berpartisipasi dalam lembaga-lembaga politik suatu masyarakat.
Yang ketiga mengacu pada kewarganegaraan sebagai keanggotaan dalam sebuah komunitas politik yang melengkapi sumber yang berbeda identitas. 

Warga Negara Indonesia adalah:
Orang yang sebelum berlakunya undang-undang ini sudah menjadi warga negara Indonesia
Seorang anak dari perkawinan yang sah yang orang tuanya adalah warga negara Indonesia
Seorang anak dari perkawinan yang sah yang ayahnya adalah warga negara Indonesia dan ibu warga negara asing
Seorang anak dari perkawinan yang sah yang ibunya adalah warga negara Indonesia dan ayah adalah warga negara asing
Seorang anak dari perkawinan yang sah yang ibunya adalah warga negara Indonesia dan ayah adalah tanpa kewarganegaraan atau kebangsaan yang hukumnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada keturunannya
Seorang anak dari perkawinan yang sah lahir dalam 300 hari setelah kematian ayah dan ayah adalah warga negara Indonesia pada saat kematian
Seorang anak dari pernikahan ilegal yang ibunya adalah warga negara Indonesia
Seorang anak dari pernikahan ilegal yang ibunya adalah warga negara asing tetapi ayah adalah warga negara Indonesia dan mengakui anak sebagai anak sebelum anak berumur 18 atau sudah menikah
Anak yang lahir di wilayah Indonesia yang orangtuanya adalah status kewarganegaraan tidak diketahui
Seorang anak yang baru lahir ditemukan di wilayah Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
Anak yang lahir di wilayah Indonesia jika orang tua memiliki kewarganegaraan atau tidak dapat ditemukan 
Seorang anak lahir di luar wilayah Indonesia yang orangtuanya adalah warga negara Indonesia dan karena hukum di mana anak itu lahir, akan diberikan kewarganegaraan lain
Seorang anak dari yang ayah atau ibu sudah diberikan kewarganegaraan Indonesia, tetapi meninggal sebelum mengambil sumpah setia

Sedangkan Negara adalah kelompok erat-merajut orang yang memiliki kesamaan budaya. Negara terbagi menjadi dua macam yaitu Negara Serikat dan Negara Independen.

Referensi :

Tugas Ilmu Sosial Dasar Bab 4 (soft skill)



Bab IV
Pemuda Dan Sosialisasi

Pemuda adalah tahap membangun konsep diri. Hal ini dipengaruhi oleh linkungan, gaya hidup, dan budaya. Pemuda juga mengidentifikasi pola pikir tertentu. Karena itu, pemuda melakukan sosialisasi dengan kelompok dan lingkungannya.

          "Dunia ini menuntut kualitas pemuda: bukan waktu hidup tetapi keadaan pikiran, marah kehendak, kualitas imajinasi, dominasi atas keberanian timidity, dari nafsu untuk petualangan selama umur kemudahan." - Robert Kennedy

Sosialisasi adalah proses dimana individu memperoleh bahasa, keterampilan sosial, dan nilai agar sesuai dengan norma-norma & peran yang berlaku di suatu kelompok atau masyarakat.
Sosialisasi merupakan kombinasi dari internal yaitu memaksakan diri ( karena individu ingin menyuesuaikan ) dan eksternal yang ditetapkan aturan dan harapan lain.
           

Referensi :

Jumat, 02 November 2012

Tugas Ilmu Sosial Dasar Bab 3 ( soft skill )


Tugas Ilmu Sosial Dasar ( Soft Skill )


Bab 3
 Pengertian dan hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat

  • ·         Pengertian individu


                “Individu” berasal dari bahasa latin “individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi individu merupakan sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa.
                Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan “orang-seorang” atau “manusia perseorangan”. Sifat dan fungsi orang-orang disekitar kita adalah makhluk-makhluk yag agak berdiri sendiri, dalam berbagai hal bersama-sama satu sama lain tetapi dalam banyak hal terdapat perbedaannya.              

  • ·         Pengertian keluarga


                Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
                Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
               
                Sama halnya dengan penduduk, ,masyarakat, dan kebudayaan. Individu, keluarga, dan masyarakat juga sangat erat hubungannya, karena dalam sebuah keluarga terdapat individu-individu yang berkumpul menjadi satu dan mempunyai hubungan darah. Dan dalam masyarakat terdapat keluarga-keluarga. Oleh karena itu, individu, keluarga, dan masyarakat sangat berkaitan.


referensi :

Tugas Ilmu Sosial Dasar bab 2 ( soft skill )


Tugas Ilmu Sosial Dasar ( Soft skill )


Bab 2
Pengertian dan hubungan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan

  • ·         Pengertian penduduk

Berikut ini adalah pengertian dan definisi penduduk menurut para ahli :
-  Menurut Jonny Purba, Penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu.
-  Menurut Srijanti dan A.Rahman, Penduduk adalah orang yang mendiamisuatu tempat dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang dianut oleh orang tersebut.
-  Menurut Ahmad Yani dan Mamat Rahmat, Penduduk merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu wilayah atau negara.
-  Menurut P.N.H Simanjuntak, Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu wilayah negara.
-  Menurut Dr. Kartomo, Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan warga negara.
·         Pengertian masyarakat
Berikut ini adalah pengertian masyarakat menurut para ahli :
-  Dalam bahasa Inggris, Masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial.
-  Menurut Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
-  Menurut J.L. Gilin dan J.P. Gilin, Masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama.
-  Max Weber menjelaskan pengertian masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
-  Menurut sosiolog Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
- Menurut Karl Marx, Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

  • ·         Pengertian kebudayaan

- Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
-  Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
-  Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
- Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
                Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

                Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan sangat erat hubungannya karena penduduk adalah bagian drai masyarakat dan kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.



referensi :